Paper Kewirausahaan Medan,
Juni 2018
FIGUR WIRAUSAHAWAN
PT.ALFAMIDI
Dosen Penanggung Jawab :
Dr. Agus Purwoko
S.Hut.,
M.Si.,.
Oleh :
Astri Sri Rejeki
171201198
HUT
2C
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2018
KATA
PENGANTAR
Penulis
mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya penulis dapat menyelesaikan makalah ekonomi ini tepat waktu. Penulisan makalah ini
merupakan salah satu tugas dalam Mata kuliah Kewirausahaan yang berjudul “Figur
Wirausahawan PT. Alfamart” Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini banyak bantuan yang diberikan
kepada penulis baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu penulis
mengucapkan terimakasih kepada Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si. selaku dosen
penanggung jawab Mata kuliah Kewirausahaan.
Dalam penulisan Paper
ini, masih banyak kesalah yang terjadi baik dalam penulisan maupun dalam
penyajian. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun, guna untuk kesempurnaan makalah ini agar akhirnya berguna bagi kita
semua.
Medan, Juni 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2.
Rumusan Maslah.................................................................................. 2
1.3. Tujuan................................................................................................... 2
BAB II
ISI
2.1.
Sejarah Usaha................................................................................................... 3
2.2.
Profil pemilik usaha.......................................................................................... 3
2.3.
Prestasi yang diraih.......................................................................................... 4
2.4.
Masalah yang dihadapi..................................................................................... 5
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan...................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Kata entrepreneurship yang dahulunya sering
diterjemahkan dengan kata kewiraswastaan
akhir-akhir ini diterjemahkan dengan kata \kewirausahaan.
Entrepreneur berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprendre
yang artinya memulai atau melaksanakan. Wiraswasta/wirausaha
berasal dari kata: Wira:
utama, gagah berani, luhur; swa: sendiri; sta: berdiri; usaha: kegiatan produktif Dari asal kata tersebut, wiraswasta pada
mulanya ditujukan pada orangorang yang
dapat berdiri sendiri.
Di Indonesia
kata wiraswasta sering diartikan
sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah yaitu; para pedagang, pengusaha, dan
orang-orang yang bekerja diperusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah
orang-orang yang mempunyai
usaha sendiri. Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri. Hisrich, Peters, dan Sheperd (2008:h 10)
mendifinisikan: “Kewirausahaan adalah
proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya yang diperlukan,
menanggung risiko keuangan, fisik, serta
risiko sosial yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, sertra kepuasan dan
kebebasan pribadi”. Kewirausahaan
dapat didefinisikan sebagai berikut: “Wirausaha usaha merupakan pengambilan risiko untuk
menjalankan usaha sendiri dengan memanfaatkan
peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan
pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri
dalam menghadapi tantangan tantangan persaingan (Nasrullah Yusuf, 2006).
Filososfi
seorang wirausaha Filosofi merupakan
teori yangmendasari suatu pemikiran atau perbuatan. Dalam berbisnis kita perlu
berpegang pada filosofi-filosofi bisnis yang baik dan benar agar bisnis kita
juga berjalan denganmotif-motif yang baik dan benar. Beberapa filosofi bisnis
yang layak dipegang teguh antara lain, Sukses/tidaknya
uasaha terletak pada
kemauan kita, bukan pada orang lain, Kegagalan adalah
sukses yang tertunda, dan sukses merupakan konsekuensi dari perjuangan tanpa henti, Jadilah diri sendiri ,
kenali kelebihan dan kelemahan diri untuk berbut yang terbaik., Hasil yang realistis lebih baik daripada
mimpi yang sempurna, Bisnis
bukan untuk mencari uang/mendapatkan sesuatu, tapi untuk memberi manfaat kepada
pihak lain. Apayang kita dapat dari bisnis adalah konsekuensi dari apa
yang kita berikan, Sukses
tidak akan jauh dari genggaman orang-orang yang benr-benar menginginkan nya
sehingga mereka berani mempertaruhkan segalanya untuk meraih apa yang
diinginkan, Tuhan
tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali orang itu mau mengubahnya
sendiri, Pengalaman
adalah guru yang terbaik sehingga pengalaman gagal akan mengajari kita untuk terhindar
dari kegagalan serupa (Kasmir, 2006).
Seorang pelaku
bisnis sejati “tidak takut melarat” untuk sementara, karena ia yakin melalui
usahanya ia akan menjadi “kaya” di belakang hari. Karena itu, seorang pelaku
bisnis selalu memiliki kesediaan untuk menunda kesenangan sementara, demi
kebahagiaan yang lebih besar. Penundaan kesenangan (deference of gratification)
adalah selaras dengan sikap hidup hemat dan tidak konsumtif. Dan Salah
satu karakter yang sangat penting dari wirausahawan adalah kemampuannya berinovasi. Tanpa adanya
inovasi perusahaan tidak akan dapat
bertahan lama. Hal ini disebabkan kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan berbah-ubah.
Pelanggan tidak selamanya akan mengkonsumsi
produk yang sama.
1.2.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah dalam membuka usaha?
2. Profil pemilik Pt. Alfamidi?
3. Apa aja prestasi yang telah didapatkan?
4. Apa
saja masalah yang dihadapi saat menjalankan usaha?
1.3. Tujuan
1. Agar
kita mengetahui
sejarah membuka usaha
2. Mengetahui bagaimana profil pemilik Pt Alfamidi
3. Mengetahui
prestasi pa yang telah didapatkan nya.
4. Mengetahui caranya saat menghadapi masalah dalam menjalankan
usaha
BAB II
ISI
2.1. Sejarah dalam Membuka Usaha
Alfamart merupakan toko retail yang
sekarang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Seperti yang kita
ketahui, hingga sampai saat ini alfamart mempunyai kurang lebih 3500 gerai yang
terletak diberbagai kota besar Indonesia bahkan sampai ke kampung-kampung.
Gerai alfamart telah menyebar diberbagai pelosok daerah di Indonesia dan
menghadirkan berbagai macam Promo Indonesia.
Alfamart merupakan milik PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. yang merupakan
perusahaan waralaba swalayan yang menjual barang keperluan sehari-hari. Awal mula nama alfamart
sendiri adalah alfa minimarket sebagai perusahaan dagang aneka produk oleh
Djoko Susanto sekeluarga. dan pertama beroperasi di karawaci, tangerang,
banten. Perkembangan alfamart dibilang sangat cepat, meskipun banyak saingan
utama seperti alfamidi, alfa express, indomart dan Omi. Perusahaan yang
berkantor pusat di Jl. M.H. Thamrin No. 9, Tangerang ini memulai usaha
komersilanya pada 1989 dalam bidang perdagangan rokok. Namun sejak tahun 2002,
Alfamart bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen
dengan mengoperasikan jaringan minimarket dengan nama “Alfamart” yang berlokasi
di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya,
Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang dan Bali. Profil pendiri Alfamart “To be nothing is the result
doing nothing” merupakan motto hidup yang dipegang pendiri alfamart ini.
2.2. Profil Pemilik Pt. Alfamidi
Djoko adalah anak
keenam dari 10 bersaudar, ia hanya mencapai kelas 1 dan terpaksa harus putus
sekolah karena pemerintah Indonesia melarang siswa dengan nama-nama Cina (ia
kemudian mengubah nama terakhir). Pada usia 17 ia mulai mengelola usaha milik
orang tuanya 560-kaki kios sederhana dengan nama Sumber Bahagia di dalam Pasar
Arjuna ,
sebuah pasar tradisional di Jakarta.
Kios tersebut menjual bahan makanan pada saat itu, selanjutnya ia juga menjual
rokok dan membuka warung. Kesuksesannya ini menarik perhatian Putera
Sampoerna, yang mempunyai perusahaan rokok tembakau dan
cengkeh terbesar di Indonesia saat itu. Mereka bertemu pada awal 1980
dan bersepakat pada 1985
untuk membuat 15 kios di beberapa lokasi di Jakarta.
Pada 27 Agustus 1989
Lahirlah Alfa Toko Gudang Rabat yang mempunyai konsep supermarket. Nama
"Alfa" digunakan karena bersifat netral, tidak mengandung salah satu
nama kedua orang pendirinya. Alfa Toko Gudang Rabat inilah cikal bakal
kesuksean Djoko Susanto dengan brand Alfa.
2.3. Prestasi yang Telah Didapatkan
Ia
melanjutkan kemitraan dengan Putera Sampoerna hingga 2005, bisnis rokoknya,
70% dari bagiannya untuk kemudian dijual Sampoerna Altria termasuk bagiannya pada bisnis
ritel yang dijalankan oleh Djoko. Altria tidak menginginkan pada bisnis ritel
dan kemudian menjual saham mereka ke Northstar, tapi Djoko kemudian membeli
saham dari Northstar, membuatnya memiliki bagian terbesar dari 65%. Dia
kemudian mengembangkan bisnis ritel Alfa Supermarket yang
saat ini, di bawah pengelolaan PT. Sumber Alfaria Trijaya
Tbk, mereka menjalankan lebih dari 5.500 toko di bawah beberapa merek seperti Alfamart, Alfa Express, Alfa Midi Dangdan dan Lawson. Pada 2007, ia mendirikan Alfa Midi dengan badan hukum
bernama PT. Midimart Utama. Ini merupakan salah satu idenya dalam diferensiasi
merk yang berakhir sukses. Namun tidak semua usahanya sukses. Alfa Supermarket
yang awalnya bernama Alfa Toko Gudang Rabat akhirnya harus dijual kepada Carrefour.
Hal ini karena Alfa Supermarket tidak menghasilkan pendapatan yang signifikan
akibat kalah bersaing dengan supermarket lain. Akhirnya ia fokus pada ritel
mini market. Langkah Djoko tepat dalam menginvestasikan uangnya ke Alfamart dan
Alfamidi. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya gerai Alfamart di
berbagai daerah dan terbentuknya kerja sama Alfa Midi dengan Lawson. Bisnis ini pula yang mengantar Djoko
menjadi orang terkaya ke-25 di Indonesia pada 2011, dan naik ke
peringkat ke-17 pada awal 2012, menurun menjadi 20 pada bulan November 2012.. Pada tahun 2014, ia berada di urutan
27. Selain itu Djoko Susanto juga
mendirikan Universitas Bunda Mulia Di Yayasan pendidikan Bunda Mulia, ia
menjadi Pendiri dan Penasihatnya. Tahun 2003, Yayasan
Pendidikan Bunda Mulia mengembangkan kampus kedua yang berlokasi di Jl. Lodan
Raya No.2, Jakarta utara, dengan luas
tanah 45.000 m2.
Beberapa tahun ini sejumlah penghargaan juga diraih Alfamart,
seperti Top Brand Award dan Indonesia Best Brand Award 2009, yang mencerminkan
pencapaian kinerja perseroan yang terus membaik. Selain itu, prestasi Alfamart
juga dapat dilihat dari jumlah gerai Alfamart yang terus berkembang pesat.
Sebagai gambaran, per 31 Desember 2008, Alfamart memiliki 2.157 gerai
minimarket dan 622 minimarket Alfamart dalam bentuk waralaba. Angka ini terus
berkembang dengan jumlah gerai per Mei 2009 mencapai 3.000 buah dengan gerai
berbentuk waralaba sebanyak 711 buah yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Tidak hanya itu, Saat ini di
tahun 2012 Alfamart mengadakan kontes SEO yang bertema Promo Indonesia dengan
keyword Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia.
2.4. Masalah yang dihadapi Saat
Menjalankan Usaha
Permasalahan yang dihadapi Djoko
dalam menjalankan usahanya adalah banyaknya persaingan yang terjadi dalam
memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, seperti banyaknya promo barang
barang yang ditawarkan.
Kiat sukses Djoko Susanto dalam
menjalankan bisnisnya adalah memiliki visi dan tujuan yang jelas, inisiatif dan
selalu proaktif, berorientasi pada prestasi, berani mengambil resiko, pekerja
keras, bertaanggung jawab, berkomitmen, dan memelihara hubungan yang baik pada
semua pihak.
BAB III
KESIMPULAN
Awal mula nama alfamart sendiri adalah alfa minimarket
sebagai perusahaan dagang aneka produk oleh Djoko Susanto sekeluarga. dan
pertama beroperasi di karawaci, tangerang, Djoko adalah anak keenam
dari 10 bersaudar, ia hanya mencapai kelas 1 dan terpaksa harus putus sekolah
karena pemerintah Indonesia melarang siswa dengan nama-nama Cina (ia kemudian
mengubah nama terakhir), Permasalahan yang dihadapi Djoko dalam menjalankan usahanya adalah
banyaknya persaingan yang terjadi dalam memberi pelayanan yang terbaik kepada
pelanggan, seperti banyaknya promo barang barang yang ditawarkan.
sejumlah penghargaan juga diraih Alfamart, seperti Top Brand
Award dan Indonesia Best Brand Award 2009, yang mencerminkan pencapaian kinerja
perseroan yang terus membaik, Kiat sukses Djoko Susanto dalam
menjalankan bisnisnya adalah memiliki visi dan tujuan yang jelas, inisiatif dan
selalu proaktif, berorientasi pada prestasi, berani mengambil resiko, pekerja
keras, bertaanggung jawab, berkomitmen, dan memelihara hubungan yang baik pada
semua pihak.
DAFTAR PUSTAKA
Alma,
Buchari. 2000. Panduan Perkuliahan KEWIRAUSAHAAN. Bandung : Alfabeta.
Kasmir.
2006. Kewirausahaan Ed. 1. Jakarta : RajaGrafindo Persada.
Kusumawati, Diana. 2011. Enterpreneur (Wirausaha) Berbasis Sistem
Informasi dan Komunikasi. http://moidheeya.wordpress.com/2011/06/01/entrepreneur-wirausaha-berbasis-sistem-informasi-dan-komunikasi/.
Diakses tanggal 23 Juni 2018.
Nasrullah Yusuf.
2006. Konsep Dasar Kewirausahaan.
Direktoriat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Direktoriat Jenderal Pendidikan
Non Formal Dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional. Jakarta.
Tim Penyusun. 2011. Bangalore Sebagai Pusat India Untuk Perusahaan
Teknologi. http://onbonsai.com/201108/bangalore-sebagai-pusat-india-untuk-perusahaan-teknologi.htm.
Diakses tanggal 23 Juni 2018.
Tim
Redaksi. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta :
Balai Pustaka.
Wibowo, Ari Satriyo. 2007. Inovasi Memicu Semangat Wirausaha di Asia.
http://abgnet.wordpress.com/2007/12/inovasi-memicu-semangat-wirausaha-di.html.
Diakses tanggal 23 Juni 2018.
